Banjir Juga Melanda Lima Kecamatan di Aceh Singkil
- Redaksi
- Selasa, 15 Okt 2024 - 20:36 WIB - 194 Views
ACEH SINGKIL (ACEHHITS.COM) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Singkil dalam dua hari terakhir membawa dampak signifikan bagi ribuan warga di lima kecamatan yang kini terendam banjir.
Bencana ini bukan hanya dipicu oleh curah hujan yang tinggi, tetapi juga oleh banjir kiriman dari wilayah hulu yang memperparah kondisi. Sungai-sungai yang meluap menyebabkan banjir meluas, menenggelamkan rumah, fasilitas umum, dan jalan penghubung antar desa.
Di Kecamatan Suro, Simpang Kanan, Gunung Meriah, Singkil, dan Kuta Baharu, ratusan keluarga kini harus menghadapi kenyataan pahit rumah mereka terendam air, jalan-jalan terputus, dan kehidupan sehari-hari terganggu. Ribuan warga terdampak, dengan lebih dari 900 kepala keluarga yang terkena dampak langsung. Desa-desa yang dulunya ramai kini diselimuti genangan air setinggi 50 cm hingga 1 meter, menyisakan jejak dan membuat kerusakan sejumlah infrastruktur.
Pukulan Bagi Kehidupan Sehari-hari
Di Desa Ujung Bawang, Kecamatan Singkil, 335 keluarga kini mengungsi. Jalan utama desa terputus, menyebabkan akses ke layanan kesehatan dan pendidikan terhambat. "Banjir ini memutus jalan nasional dan jalan penghubung antar desa, sehingga kami sulit beraktivitas," ujar salah satu warga. Kondisi ini juga dirasakan di Desa Bulusema, Kecamatan Suro, yang menjadi salah satu titik terparah, di mana akses jalan nasional terganggu, mengisolasi desa-desa dari pusat bantuan.
Di Kecamatan Singkil, sebanyak 16 desa terendam, termasuk Desa Pulo Sarok yang menjadi lokasi terparah dengan lebih dari 1.900 jiwa terdampak. Fasilitas umum seperti sekolah, masjid, dan balai desa ikut terendam, mengganggu kegiatan belajar dan peribadatan warga. Sementara di Kecamatan Kuta Baharu, genangan air setinggi 60 cm menggenangi dua desa, Lentong dan Butar, yang menyebabkan ratusan keluarga harus bertahan di tengah air yang tidak kunjung surut.
Kehilangan dan Ketidakpastian
Banjir yang terjadi tak hanya merendam rumah dan infrastruktur, tetapi juga merenggut rasa aman masyarakat. Banyak warga kehilangan harta benda yang tidak sempat diselamatkan. Di Desa Cingkam, Kecamatan Gunung Meriah, banjir telah memutus jalan di dua titik, memaksa warga untuk mencari jalur alternatif atau terisolasi di tempat tinggal mereka.
Kondisi ini semakin memperburuk ekonomi masyarakat yang sebagian besar bergantung pada pertanian dan perdagangan lokal. Hasil pertanian yang seharusnya dipanen kini rusak terendam air. "Kami sudah berusaha menyelamatkan apa yang bisa, tapi air terlalu cepat naik," kata seorang petani di Desa Tanah Merah dengan nada penuh kepasrahan.
Upaya Penanggulangan dan Harapan
Di tengah keterpurukan ini, upaya penanggulangan terus dilakukan. Pj. Bupati Aceh Singkil, Azmi, bersama Kepala BPBD Aceh Singkil, Alhusni, telah meninjau langsung lokasi banjir dan memobilisasi Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan pemantauan dan pendataan. Bantuan logistik telah disalurkan, meski akses yang sulit memperlambat distribusi.
Meski banjir di beberapa kecamatan, seperti Suro dan Gunung Meriah, mulai surut, namun di Kecamatan Singkil, genangan air masih tinggi, menyisakan pekerjaan besar bagi pemerintah dan masyarakat untuk pulih dari dampak bencana ini.
Dalam situasi ini, harapan masyarakat terpaku pada turunnya curah hujan dan penanganan cepat dari pemerintah daerah. Mereka berharap agar bantuan terus mengalir dan kehidupan mereka bisa segera kembali normal, meski mereka sadar bahwa pemulihan dari bencana banjir kali ini akan memakan waktu panjang.
Laporan : Kontributor Aceh Singkil









