Warga Leuser Temui DPRK Agara, Bahas Konflik Gajah dan Manusia
- Redaksi
- Selasa, 02 Jul 2024 - 22:07 WIB - 414 Views
ACEH TENGGARA, (ACEHHIST.COM) -Sejumlah perwakilan Masyarakat dari sebelas Desa, dari Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), Provinsi Aceh, menyambangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Agara, Selasa, (2/7/2024).
Adapun perwakilan masyarakat sebelas desa dari Kecamatan Leuser tersebut meliputi warga, Desa Bun Bun Indah, Bun Bun Alas, Urat Peseluk, Harapan, Tunas Mude, Sepakat, Sade Ate, Arih Mejile, Lawe Serakut, Naga Timbul dan Gaye Sendah.
Informasi yang diterima, kedatangan masyarakat Leuser ke gedung DPRK Agara itu diketahui untuk menyampaikan apirasi mereka tentang upaya dan solusi serta penyelesaikan atas konflik gajah dengan manusia yang terjadi di Kecamatan Leuser.
Kepada DPRK masyarakat gabungan sebelas desa itu menyampaikan dan menyerahkan beberapa butir permohonan. Diantaranya, butir permohonan itu yaitu tentang bagaimana upaya menindak lanjuti adanya korban jiwa dan kekhawatiran warga leuser atas amukan Gajah Liar yang ada di lahan perkebunan dan dekat dengan permukiman warga. Sehingga menyebabkan masyarakat tidak dapat beraktifitas dan bekerja keladang disebabkan takut amukan Gajah Liar, dan merusak tanaman masyarakat seperti Jagung, Pisang, Kakao, Sawit. Selain itu masyarakat juga mengaku amukan gajah liar juga merusak aliran air bersih masyarakat setempat.
"Dengan penuh harapan kami kepada DPRK Aceh Tenggara, dapat untuk membantu dan memperhatikan dengan mencari solusi untuk memindahkan Gajah Liar dari lokasi lahan kebun kami, " kata Salah seorang perwakilan masyarakat yang hadir, Hermanto, Selasa (2/7/2024).

Masyarakat perwakilan sebelas desa itu menyerahkan permohonan mereka kepada Komisi B DPRK Agara. Dengan harapan permohonan mereka untuk dibahas bersama Bupati sebagai Pimpinan Kabupaten Aceh Tenggara, guna mendapatkan solusi terbaik.
"Dalam permohonan tersebut, juga sudah kita dilampirkan foto korban serangan amukan Gajah Liar baik korban jiwa dan lahan kebun yang dirusak. Dan dibubuhi tanda tangan warga leuser sebagai bukti," ungkapnya.
Sementara, usai bertemu masyarakat, Anggota Komisi B DPRK Agara Arnold, kepada Acehhist.com mengatakan kedatangan masyarakat Leuser itu untuk menyampaikan permohonan agar DPRK ikut berpartisipasi atau menyuarakan permohonan pemindahan satwa liar, kepada pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) dan kementerian terkait.
Arnold mengungkapkan karena pihak BKSDA di tingkat Kabupaten tidak bisa dihubungi mungkin sedang melaksanakan tugas di pedalaman Leuser. Namun kata Arnold, dirinya, telah menghubungi pihak Call Center BKSDA Provinsi Aceh dan telah menyampaikan keluhan masyarakat yang diterima oleh pihaknya.
Politisi Partai Golkar itu berharap permintaan masyarakat tersebut agar segera direspon oleh pihak terkait. Dan ia juga berjanji akan melakukan komunitas dengan pihak BKSDA Provinsi Aceh dan BKSDA wilayah Aceh Tenggara, untuk membahas persoalan di kecamatan Leuser tersebut.
Amatan, kedatangan perwakilan masyarakat sebelas desa di gedung DPRK setempat, disambut oleh Anggota DPRK Komisi B yang membidangi pertanian dan perkebunan, yakni Politisi Partai Golkar Arnold dan Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Tomi.
Pertemuan antara Masyarakat dengan Komisi A DPRK Agara itu dilakukan secara terbuka di Ruang Sidang Komisi A Gedung DPRK setempat.
Laporan : Riky Octa Berutu









