Gas Melon 3 Kg Langka di Agara

  • Redaksi
  • Senin, 02 Des 2024 - 10:46 WIB - 233 Views
Gas Melon 3 Kg Langka di Agara

ACEH TENGGARA (ACEHHITS.COM) - Warga Aceh Tenggara (Agara) mulai resah akibat sulitnya mendapatkan  gas LPG 3 kilogram (gas melon 3 kg). Kondisi kelangkaan gas melon 3 kg  ini sudah mulai dirasakan warga sejak Agara beberapa waktu belakang ini. 

Seorang ibu rumah tangga warga Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara bernama Yaya, mengatakan  kondisi kelangkaan  gas melon 3kg  sudah mulai sangat dirasakan sejak satu minggu belakang ini. 

Meski telah berkeliling seharian hanya untuk sekedar membeli satu gas melon 3kg  untuk keperluan memasak dirumahnya. Maya mengaku kesulitan dan tidak  kunjung didapatkan. 

"Susahnya cari gas sekarang ini, sudah puas saya cari keliling - keliling ke pangkalan pangkalan gak ada juga dapat," kata Yaya,  Minggu, (1/12/2024). 

Karena tidak mendapat gas melon 3kg, Yaya mengatakan, terpaksa memasak menggunakan kayu bakar, karena gas melon 3kg miliknya sudah kosong total. 

Terpisah, salah seorang pedagang makanan di Agara, Hartono, berharap kondisi kelangkaan gas melon 3kg  ini secepatnya dapat di atasi oleh Pemerintah  melalui dinas terkait. Karena kondisi seperti ini sangat mengganggu perekonomian warga, khususnya bagi mereka pedagang kecil. 

Selain langka dari peredaran, harga per satu gas melon 3kg kekinian disebut sebut mulai dijual dengan harga hampir dua kali lipat dari harga sebelumnya oleh oknum tidak bertanggung jawab hingga mencapai  Rp30 ribu. 

Disamping itu, Kepala Dinas Perdagangan, Industri dan Ketenagakerjaan (Disdagrinaker) Agara  Rahmat Fadli , mengatakan permasalahan kelangkaan gas melon 3kg di Aceh Tenggara sudah sampai ke pihaknya. Dan juga telah disampaikan  kepada pihak SBM Pertamina Wilayah 4.

Dijelaskan Padli, kondisi langka ini dipicu beberapa persolaan. Mulai dari permasalahan akses jalan dari Medan menuju Kutacane, kondisi SPBE Lawe Sekerah, Agara yang kekurangan  pasokan dan kurang menebus jatah. Dimana seharusnya menebus tiga sampai empat kali, namun hanya ditebus satu sampai dua kali. 

Selain itu disampaikan Padli, informasi yang diterima pihaknya, bahwa SBM menyarankan kepada agen - agen gas melon 3Kg agar mengambil pasokan ke Merek Tanah Karo, namun para agen mengaku terkendala dana oprasional sehingga beberapa lima agen yang ada di Aceh Tenggara menemui pihak Dinas terkait mengusulkan untuk menaikkan harga enceran tertinggi. 

"Lima Agen gas datang untuk permintaan menaikan harga HET. Namun, belum ada dasar untuk melakukan itu. Ada tim teknis yang menghitung untuk menaikan harga HET, kita sudah melapor ke Pj Bupati terkait hal itu," kata Padli. 

Padli mengungkapkan, kondisi lapangan pasokan gas melon 3kg memang kurang. Pihak dinas terkait juga sudah dua kali berupaya menemui pihak SPBE daerah setempat untuk mempertanyakan namun belum berhasil bertemu. 

"Dua kali direktur (SPBE) tidak bisa ditemui, " kata Padli. 

Padli menyampaikan, hari Senin besok atau Selasa lusa pihak dianas akan turun kelapangan, untuk mencari sumber permasalahan kelangkaan gas melon 3kg dan untuk memastikan harga dijual gas melon 3kg di pangkalan. Apakah tetap berada dalam harga HET, 19 ribu per tabung gas melon 3kg, atau memang harga naik dari harga HET.

"Kalau nanti ditemukan menaikan harga akan kita tegur, " tegas Padli.

 

Laporan : Riky Octa Berutu





BACA JUGA: