Begini Cara Masyarakat Gayo Mempererat Silaturahmi Sekaligus Melestarikan Tarian Saman
- Redaksi
- Minggu, 08 Sep 2024 - 17:57 WIB - 250 Views
ACEH TENGGARA (ACEHHITS.COM) - Menggelar acara Saman salah satu agenda yang terus dilakukan oleh masyarakat gayo untuk mempererat silaturahmi dan melestarikan Tari Saman sebagai identitas kesenian adat budaya yang telah mendunia.
Oleh sebab itu lah, masyarakat gayo Kute Pasar Puntung, Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara dengan Kampung Bacang, Kecamatan Blangkejeren, Gayo Lues, melaksanakan acara Saman selama dua hari dua malam. Dimana sebelumnya telah digelar di Kampung Bacang, Blangkejeren, Gayo Lues yang menjamu masyarakat gayo Kute Pasar Puntung, Kacamatan Semadam, Aceh Tenggara.
Kali ini giliran masyarakat Kute Pasar Puntung, Kacamatan Semadam, Aceh Tenggara yang menjamu Kampung Bacang, Kecamatan Blangkejeren, Gayo Lues dalam acara Saman yang digelar mulai tanggal 7-9 September 2024.
Kepala Desa (Pengulu Kute) Pasar Puntung, Ayub Ibrahim mengatakan, Tarian Saman ini sering dipentaskan sebagai media silaturahmi, menjalin persahabatan, berdakwah dan menyampaikan pesan pesan moral.

Dikatakannya, Tari Saman ini juga melambangkan tingginya pendidikan, sopan santun, kekompakan, kebersamaan, serta kepahlawanan masyarakat Aceh (Khususnya Masyarakat Gayo) yang religius.
"Prinsipnya Tari Saman merupakan sebuah tarian yang memiliki makna yang begitu mendalam," kata Ayub, Sabtu, (7/8/2024).
Ayub menjelaskan, para penari Saman tampil menggunakan baju kerawang khas gayo. Tarian Saman ditampilkan tanpa iringan alat musik ini. Malainkan diiringi dengan lantunan syair suara dari para penari, tepuk tangan yang dikombinasikan dengan suara pukulan dada dan paha dengan bergerak secara seragam mengikuti irama yang sangat sinkron, harmonis, selaras dengan dinamika syair yang dilantunkan mengambarkan salah satu wujud kekuatan budaya Indonesia yang telah mendunia.
"Kalau tidak salah Tari Saman telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya tak benda pada tahun 2011 silam, " sebut Ayub.
Menurut Ayub, Acara Saman yang digelar oleh masyarakat gayo Kute Pasar Puntung, Semadam Aceh Tenggara dengan menjamu masyarakat gayo Kampung Bacang, Kecamatan Blangkejeren, Gayo Lues ini, selain menjadi media silaturahmi yang menyatukan perbedaan juga untuk melestarikan Tari Saman itu sendiri.
Dalam acara Saman yang dilakukan selama dua hari dua malam ini, dikatakan Ayub ada beberapa kesenian yang ditampilkan oleh kedua belah pihak Desa, yaitu penampilan Tari Saman, Bines, Melengkan, Didong Alo dan Pepongeton.
"Tari Saman identitas gayo kebanggaan dunia," cetus Ayub.

Sementara, Kepala Desa (Kampung) Bacang, Blangkejeren, mengatakan kegiatan ini merupakan sebuah upaya dari masyarakat gayo untuk melestarikan budaya Tari Saman.
Sebab, kata dia, Tari Saman ini sudah menjadi identitas masyarakat gayo yang diketahui oleh dunia. Sehingga perlu dan harus terus dilestarikan hingga ke anak cucu.
"Agar Kesenian Tari Saman ini tidak hilang dari peradapan adat budaya gayo, jadi perlu kita lestarikan, " kata Win Ariko, Sabtu, (7/8/2024).
Menurut Win Ariko, dengan adanya partisipasi kegiatan seperti ini terus dilakukan menjadi sebuah tolak ukur nilai keberagaman kebudayaan. Syiar yang dilantunkan lewat syair yang dapat menjadi pengalaman berharga, khususnya bagi kedua belah pihak desa tersebut. Sehingga dapat meningkatkan kelestarian dari budaya itu.
"Dengan terlaksananya kegiatan ini kita berharap dapat lebih meningkatkan nilai silaturahmi antar masyarakat gayo Aceh Tenggara dengan Gayo Lues. Serta dapat menjaga dan melestarikan Tari Saman yang diketahui telah mendunia. " tutur Win Ariko.
Win Ariko menyampaikan, acara ini bukan lah sebuah pertandingan maupun perlombaan. Namun ini merupakan suatu tolak ukur dari nilai nilai keragaman kebudayaan masyarakat gayo yang diharapkan dapat menjadi sebuah pengalaman yang disampaikan agar meningkatkan kelestarian dari budaya masyarakat gayo.
Amatan, selama pelaksanaan acara Saman ini berlangsung, tampak memberikan dampak positif kepada masyarakat umum, khususnya para pedagang yang berjualan di sekitar areal lokasi acara itu digelar.
Terpantau, antusias masyarakat begitu banyak menghadiri acara Saman tersebut. Pedagang yang berdagang di sekitar lokasi kecipratan rezeki berkat adanya acara itu. Hal ini tentunya, cukup membantu perputaran ekonomi masyarakat, khususnya bagi para pedagang.
Laporan : Riky Octa Berutu









