Kapolda Aceh: Penyebab Kebakaran Aspol Lamteumen akibat Korsleting Listrik

  • Redaksi
  • Selasa, 06 Agu 2024 - 22:13 WIB - 212 Views
Kapolda Aceh: Penyebab Kebakaran Aspol Lamteumen akibat Korsleting Listrik
Kapolda Aceh, Irjen Pol Achmad Kartiko. Foto: Merza/RMOLAceh.

ACEHHTS.COM - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh Irjen Pol Achmad Kartiko mengungkapkan bahwa penyebab kebakaran Asrama polisi (Aspol) di Lamteumen Barat, Banda Aceh pada Selasa, 6 Agustus 2024 dini hari. Penyebabnya korsleting (arus pendek) listrik.

"Penyebabnya korsleting listrik dari salah satu rumah anggota kita," kata Ahmad Kartiko usai konferensi pers pemusnahan narkoba di Mapolda Aceh, Selasa, 6 Agustus 2024.

Kartiko menyebutkan ada sebanyak 10 unit rumah yang terbakar. Menurutnya usia Aspol Lamteumen memang sudah tua, begitu juga dengan jaringan listriknya.

"Itu musibah, karena asrama kita memang  sudah tua, sudah 40 tahun usianya, dan jaringan listrik sudah tua,"sebutnya.

Kartiko memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Saat ini, pihaknya sedang membantu rumah anggota yang terbakar.

"Kita sekarang dalam rangka membantu anggota kita," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, kebakaran hebat terjadi di komplek asrama Polisi, Gampong Lamteumen Barat, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 6 Agustus 2024 dini hari.

“Sekitar pukul 03.20 WIB. Sebanyak 10 unit rumah warga, yang terdiri dari dua unit di blok B dan 8 unit di blok D, ludes terbakar,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh, Muhammad Hidayat, Selasa pagi, 6 Agustus 2024.

Hidayat mengungkapkan, pihaknya menerima laporan kebakaran melalui telepon darurat pada pukul 03.20 WIB. Menanggapi laporan tersebut, 10 unit armada pemadam kebakaran dari Kota Banda Aceh dan lima unit dari Aceh Besar dikerahkan ke lokasi kebakaran.

Hidayat menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi mata bernama Khairullah (55), api pertama kali terlihat di dapur rumah milik Ipda Anjas. Api kemudian dengan cepat merambat ke rumah-rumah lainnya yang berada di sekitar lokasi kejadian. 

“Saksi mata khairullah melihat api di dapur rumah Ipda Anjas,” ujar Hidayat.

Petugas Damkar yang tiba di lokasi kejadian langsung berupaya maksimal memadamkan api. Setelah berjibaku selama kurang lebih tiga jam, api akhirnya dapat dikendalikan dan dipadamkan pada pukul 06.35 WIB. 

“Petugas kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa api yang masih menyala,” ujarnya. 

Hidayat mengatakan kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian materi yang cukup besar bagi para korban. Sebanyak 10 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal dan harta benda mereka. 

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” sebut dia. 

Para korban kebakaran yaitu, Mukhlis, Khairullah, Fadil, Said, Azhari, Darman, Faisal, Ikhsan, Anjas, dan Awir. Seluruh korban kehilangan tempat tinggal akibat peristiwa tersebut

Sumber: https://www.rmolaceh.id/





BACA JUGA: