Wisata Buatan di Agara Terkesan Tak Berurus, Aktivitas Pengunjung Sepi

  • Redaksi
  • Senin, 05 Agu 2024 - 13:56 WIB - 1453 Views
Wisata Buatan di Agara Terkesan Tak Berurus, Aktivitas Pengunjung Sepi
Ojek wisata buatan Water Boom milik Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara yang berada di Desa Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur, Aceh Tenggara (Agara)

ACEH TENGGARA (ACEHHITS.COM) - Ojek wisata buatan Water Boom  milik Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara yang berada di Desa Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur, Aceh Tenggara (Agara), kekinian tampak sepi aktivitas pengunjung dan terkesan tak berurus.

Amatan di lokasi objek wisata Water Boom Teger Miko, Sabtu, (3/8/2024), air kolam renang tampak tidak berisi air. Pondok pondok yang berada di dalam lokasi wisata buatan terkesan kumuh. Selain itu, perkarangan sekeliling lokasi objek wisata ditumbuhi rumput panjang  yang tak terurus.

Terlihat dari luar lokasi objek wisata, pintu gerbang masuk terlihat terkunci gembok. Tidak ada terlihat aktivitas pengunjung di dalam objek wisata.  Tidak ada juga tanda atau rambu rambu pemberitahuan jika memang objek wisata itu sedang ada masalah atau tidak buka untuk pengunjung.

Namun, yang ada ditemui kertas yang ditempel yang tertera nomer handphone yang dapat dihubungi jika ingin masuk ke objek wisata pada tanggal merah dan brosur harga karcis masuk ke objek wisata Rp5 ribu yang tertempel di dinding pos jaga.

Informasi yang dihimpun dari warga sekitar, objek wisata itu akhir akhir ini memang sepi pengunjung. Objek wisata itu hanya rutin di buka pada hari sabtu dan minggu serta hari libur saja.

"Belakangan ini dibuka hari sabtu dan minggu saja, di hari selebihnya gak buka, " ungkap warga yang enggan disebut namanya, Sabtu, (3/8/2024).

Seperti diketahui, pembangunan  objek wisata Teger Miko itu cukup menguras anggaran daerah setempat beberapa tahun belakangan ini. Banyaknya anggaran  yang dikucurkan oleh Pemerintah untuk membangun objek wisata buatan itu kini tak sebanding dengan kondisi objek wisata yang sepi pengunjung dan terkesan tak berurus.

Tentunya, sebelum melakukan pembangunan terhadap objek wisata buatan itu, Pemerintah Daerah setempat melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga memiliki tujuan yang baik. Seperti misalnya, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan meningkatkan daya tarik wisata di Aceh Tenggara.

Namun, melihat ojek wisata  buatan itu dengan kondisi sepi pengunjung dan terkesan tak berurus, capaian untuk meningkatkan PAD dan minat wisatawan malah terkesan jauh panggang dari api.

Laporan : Riky Octa Berutu





BACA JUGA: