Wartawan Kecewa Dilarang Ambil Gambar, Saat Pengalungan Medali Cabor Arung Jeram PON XXI Aceh-Sumut
- Redaksi
- Senin, 16 Sep 2024 - 15:15 WIB - 178 Views
ACEH TENGGARA (ACEHHITS.COM) - Sejumlah wartawan mengaku kecewa atas sikap panitia PB PON XXI Aceh-Sumut yang terkesan membatasi ruang wartawan untuk mengambil gambar pada sesi pengalungan medali di podium untuk Cabang Olahraga (Cabor) Arung Jeram, di Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Ahad, (15/9/2024).
Pantauan, reaksi kekecewaan itu muncul sesaat sebelum sesi pengalungan medali kepada atlet berlangsung. Ketika itu, Panitia menyampaikan pernyataan melalui pengeras suara "Kami sampaikan untuk tidak mengambil gambar dari jarak dekat saat pemasangan medali karena kami sudah siapkan petugas khusus dari Kominfo dan FAJI dalam pengambilan gambar,"
Mendengar hal tersebut, sejumlah awak media yang berada di sekitar lokasi terlihat hanya mengambil foto seadanya dan kemudian beranjak meninggalkan lokasi acara Upacara Pemberian Penghargaan (UPP) atlet Cabang Olahraga Arung Jeram PON XXI Aceh-Sumut yang sedang berlangsung tersebut.
Sementara, Reporter INewsTV, Medi Arjuna, kepada ACEHHITS.COM Ahad (15/9/2024) mengungkapkan kekecewaannya atas sikap panitia yang terkesan membatasi awak media untuk mengambil gambar saat sesi pengalungan medali kepada atlet Arung Jeram PON XXI Aceh-Sumut 2024.
Padahal, menurut dia, sesi tersebut merupakan salah satu momen bersejarah bagi para atlet yang telah sukses meraih prestasi membanggakan pada perhelatan berskala nasional tersebut. Sehingga, momen itu patut untuk di ambil sebagai bahan untuk dipublikasikan kepada seluruh rakyat Indonesia.
Namun, karena adanya pembatasan, awak media malah kesulitan untuk mengambil dokumentasi. Sehingga memilih pergi meninggalkan lokasi acara.
"Jadi entah untuk apa kami memiliki bet (kartu tanda pengenal) kalau sebatas mengambil momen pengalungan mendali kepada atlet saja ruang kami dibatasi," kata Medi, kepada ACEHHITS.COM, Ahad, (15/9/2024).
"Kita sangat kecewa dengan adanya pembatasan oleh panitia ini," cetus Medi, dengan nada kesal.
Setali tiga uang, rasa kekecewaan juga disampaikan Wartawan KBA.One, Bulkainisah, yang mengatakan insiden pembatasan pengambilan gambar yang dilakukan oleh panitia PON XXI Aceh-Sumut Cabor Arung Jeram, di Aceh Tenggara ini terkesan "diskriminasi" terhadap wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Dimana, menurut dia, momen seperti ini seharusnya disebarluaskan kepada seluruh rakyat Indonesia.
"Bukan malah dibatasi seperti ini," kata Bulkainisah.
Bulkainisah pun mempertanyakan seperti apa SOP peliputan yang dilaksanakan panitia PON XXI Cabor Arung Jeram di Aceh Tenggara.
Pertanyaan itu muncul, sebab petugas khusus yang di tugaskan panitia untuk mengambil gambar terlihat tidak mengenakan kartu tanda pengenal, atribut yang jelas sebagaimana Panitia PB PON XXI Aceh-Sumut itu sendiri.
"Jadi kalau bisa leluasa seperti itu, kartu peliputan yang dibuat sendiri oleh PB PON XXI Aceh-Sumut ini untuk apa ?, jadi seperti tidak bermanfaat dan tidak berguna saja ketika kami dilapangan oleh Panitia PON XXI di sini?," kata Bulkainisah dengan nada bertanya.
"Kami sangat kecewa atas kejadian pembatasan ini, "pungkasnya.
Laporan : Riky Octa Berutu









